Tradisi Mukkak Glabar

Dinas Pemuda, Olah Raga dan Kebudayaan (Disporabud) Sampang, Madura, berupaya melestarikan tradisi pengantin “mukkak glabar” yakni, tradisi pengantin Madura zaman dulu yang harus dijalani sang pengantin pria.

Tradisi mukkak glabar merupakan tradisi masyarakat Madura saat melakukan resepsi pernikahan. Dalam tradisi adat ini, penganten pria harus bisa melewati tujuh tirai bendera atau “glabar” dan mampu menjawab pertanyaan berbeda dari pasangan calon pengantin perempuan. Tradisi ini dilakukan sebelum pengantin pria memasuki pekarangan rumah mempelai perempuan.

Tradisi mukkak glabar yang pernah ada di Madura ini sebenarnya merupakan simbol bagi kedua mempelai, bahwa untuk mengarungi sebuah rumah tangga harus melalui proses yang sangat rumit.

“Hakikatnya berumah tangga itu kan memadukan dua hati untuk membangun masa depan. Jika tidak mampu menembus berbagai rintangan, maka besar kemungkinan rumah tangga mereka akan cepat goyah,” kata Fudoli.

Di Sampang, ataupun di Madura pada umumnya, tradisi mukkak glabar dalam sebuah pernikahan sudah jarang dilakukan, sehingga generasi muda Madura sudah banyak tidak mengetahui tentang tradisi tersebut. Padahal di dalam tradisi itu mengandung-nilai filosofis kehidupan yang sangat mendalam. Entah dari mereka sesepuh – sesepuh yang sudah jarang mewariskan budaya – budaya lampau kami ataukah anak – anak muda zaman sekarang yang notabene sudah hampir dan mungkin sudah melupakan budaya – budaya pendahulunya dan disinilah harus ada penanganan yang lebih serius dari pihak – pihak terkait untuk terus melestarikan budaya – budaya masyarakat pendahulu.

“Nilai filosofis yang paling mendasar adanya upaya serius lagi pengantin laki-laki untuk bisa hidup bersama dan menyingkirkan semua bentuk hambatan kehidupan dalam rumah tangga,” katanya.

Yang menarik dalam tradisi pengantin mukkak glabar di Madura ini ialah pembacaan ikrar secara bergantian antara pengantin laki-laki dan perempuan untuk saling menerima atas kekurangan keduanya, hingga kehidupa kelak di akhirat.

“Ada pesan moral agama di tradisi mukkak glabar ini yang diucapkan kedua pasangan pengantin dan ikrar yang mereka ucapkan disaksikan orang banyak,” tutur Fudoli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s